Hadits Tentang Tolong Menolong Sesama Manusia

Category: Hadits 131 0

Hadits Tentang Tolong Menolong Sesama Manusia terdapat dalam riwayat muttafaqun ‘alaihi

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَتَاهُ سَّائِلٌ أَوْ طُلِبَتْ إِلَيْهِ حَاجَةٌ قَالَ: اشْفَعُوا تُؤْجَرُوا، وَيَقْضِي اللَّهُ عَلَى لِسَانِ رَسُوْلِهِ مَا شَاءَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

 

Diriwayatkan dari Abu Musa bahwa Nabi saw jika didatangi orang yang meminta atau mencari sebuah keperluan, beliau bersabda, “Berilah syafaat niscaya engkau diberi pahala, dan Allah menentukan apa yang dikehendaki melalui lisan Rasul-Nya.” (Muttafaqun ‘alaih).[1]

Hadis ini mengandung dasar agama yang agung, yaitu seorang hamba seharusnya berusaha meraih perkara-perkara yang baik. Baik yang menghasilkan seluruh atau sebagian maksud dan tujuannya, maupun yang tidak membuahkan sama sekali.

Misalnya, seperti memberi pertolongan kepada orang-orang yang membutuhkan oleh para raja dan pembesar, dan kepada orang-orang yang kebutuhannya tergantung pada mereka itu. Banyak orang yang menghindar dari memberi bantuan, karena dia tidak mengetahui pertolongan atau syafa’atnya bisa diterima. Dia pun kehilangan banyak kebaikan dari Allah dan terhalang dari memberi hal yang ma’ruf kepada saudara seimannya.

Oleh karena itulah Nabi saw memerintahkan kepada para sahabatnya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan dengan memberikan pertolongan kepada mereka, agar mereka bersegera memperoleh pahala dari Allah. Hal ini berdasarkan sabda Nabi saw, “Berilah pertolongan niscaya engkau diberi pahala.[2]Karena, pertolongan yang baik mendapatkan cinta dari Allah dan memperoleh ridha dari-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

Barangsiapa yang memberi pertolongan dengan pertolongan yang baik, niscaya dia memperoleh bagian dari pahalanya.[3]

Agar diperoleh pahala dengan segera, maka dia juga harus bersegera melakukan perbuatan baik dan amar ma’ruf kepada saudaranya. Sehingga hal itu menjadi pertolongan bagi saudaranya.

Semoga, pertolongannya tersebut menjadi sebab tercapainya tujuan saudaranya. Usaha dalam perkara kebaikan dan ma’ruf ―dengan kemungkinan berhasil atau gagal― merupakan kebaikan yang segera, usaha mendidik jiwa agar terbiasa membantu dalam kebaikan, serta sebagai permulaan untuk memberi pertolongan-pertolongan yang lain yang diharapkan keterkabulannya.

——————————–

[1] Al-Bukhari, Az-Zakah, 1365, Muslim, Al-Birru wa Ash-Shilah wa Al-Adab, 2627, Abu Dawud, Al-Adab, 5131, Ahmad, 4/400.

[2] Al-Bukhari, Az-Zakah, 1365, Muslim, Al-Birru wa Ash-Shilah wa Al-Adab, 2627, Abu Dawud, Al-Adab, 5131, Ahmad, 4/400.

[3] An-Nisa’: 85.

 

Kumpulan Hadist

Related Articles

Add Comment