Keutamaan Sedekah Dari Usaha yang Halal

Category: Hadits 62 0

Keutamaan Sedekah Dari Usaha yang Halal

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa bersedekah senilai sebiji kurma dari hasil usaha yang baik, dan tidak naik pada Allah kecuali dengan yang baik, maka Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya kemudian memeliharanya untuk pemiliknya sebagaimana salah seorang dari kalian memelihara anak kuda hingga menjadi seperti gunung.”

(Shahih Bukhari no.1410, lafaz darinya dan Shahih Muslim, no. 63-1014).

Perawi hadits :

Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Shakhr Al Dausi Al-Yamani perawi hadits di dalam Islam. Diberi panggilan Abu Hurairah, karena ia suka bermain-main dengan seekor kucing. Ia mengembala kambing untuk keluarganya.

Masuk Islam tahun ke 7 H. sewaktu terjadi peristiwa penaklukan perkampungan Yahudi Khaibar. Menyertai Nabi saw selama empat tahun. Ia menemani kemana pun beliau pergi dan dimanapun beliau singgah.

Ia bersungguh-sungguh dan intens dalam meriwayatkan hadits. Memelihara ilmu ilmu yang sangat banyak dari Nabi saw. Ia adalah sahabat Nabi saw yang paling banyak meriwayatkan hadits dari beliau.

Ia meriwayatkan dari Nabi saw sebanyak 5374 hadits dan termasuk ahli fiqihnya penduduk Madinah. Wafat di Madinah tahun 57 H. dan dimakamkan di perkuburan Baqi’.

Beberapa faedah hadits ini adalah :

  1. Tujuan sedekah harus mengharap ridho Allah ta’ala, tidak ada sedikitpun didalamnya tujuan karena hawa nafsu sebagaimana ibadah-ibadah yang lain.
  2. Setiap muslim harus menjauhi pekerjaan yang haram yang dapat menyebabkan murka Allah dan juga dapat menyebabkan musibah berupa penyakit-penyakit jiwa yang berbahaya seperti bertambahnya ketamakan, keserakahan dan keburukan berupa keegoisan dan mementingkan diri sendiri, kikir, perasaan gundah dan jauh dari ketenangan hati.
  3. Disebutkan “Yamin” (sebelah kanan) pada hadits di atas. Karena sesuatu yang diridhoi ialah identik pada sebelah kanan secara umum dan wajib mengimani dengan nama-nama Allah beserta sifat-sifatNya seperti yang tertera pada teks-teks Quran dan hadits tanpa penyelewengan atau pembatalan atau penyerupaan atau pertanyaan bagaimana. Maka iman kepada sifat Yamin atau tangan kanan Allah ta’ala adalah wajib sesuai dengan sifat keagunganNya dan kebesaranNya.

Add Comment