Khitbah (Peminangan) Adalah Sebuah Janji

Category: Keluarga 148 1

khitbah (peminangan)Khitbah (Peminangan) adalah sebuah janji sebelum terjadinya pernikahan. Pernikahan merupakan bagian penting dalam sejarah atau fase kehidupan anak manusia. Kebahagiaan, stabilitas, kemanfaatan bahkan hingga kenyamanan hidup sangat bergantung pada sikap saling percaya, saling jujur, terbuka, tidak ada yang disembunyikan dan ditutupi. Begitu pula sebaliknya Kehancuran sebuah keluarga diawali dengan tidak adanya kejujuran dan sikap saling percaya satu sama lain. Semua anggota keluarga akan hidup dalam ketidaknyamanan. Disekap oleh rasa saling curiga, takut tertipu dan berujung pada sikap saling menipu. Apabila sudah demikian, kehancuran hanyalah masalah waktu.

Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w bersabda:

“Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Aku adalah pihak yang ketiga dari dua orang yang bersekutu/berserikat selagi salah satu dari keduanya tidak ada yang berkhianat. Apabila salah satunya berkhianat, maka aku menyatakan keluar dari persekutuan keduanya.’ “(HR. Al Baihaqi dan Sunan abu Dawud)

Alangkah indahnya sebuah pernikahan yang selalu dituntunkan oleh Allah ta’ala. Betapa membahagiakannya pernikahan yang selalu dilindungi oleh Allah ta’ala. Serta, betapa malangnya sebuah pernikahan yang tidak dilindungi dan terberkati oleh belas kasihan Allah yang maha Pengasih lagi Maha penyayang.

baca juga: Fase Pra-Nikah

Periode pra-nikah adalah masa yang sarat dengan perasaan serta emosi yang meluap-luap. Bercampur dengan sikap khawatir diantara warna-warna yang indah memikat, mimpi-mimpi indah merah jambu, bayangan tentang kehidupan yang tenang. Pada fase ini, setiap pihak akan menampilkan warna terindah, menampilkan wujud kebaikan-kebaikan yang mempesona, menyembunyikan keburukan yang ada dan memalukan. Hadir dalam sebuah sikap polos yang memikat.

Hal-hal demikian akan senantiasa ada dan bergejolak hingga periode pra-nikah berakhir dan berganti dengan pernikahan. Ketika itulah, biduk keluarga akan terbentur

dengan kenyataan demi kenyataan yang selama ini disembunyikan serta cobaan berupa kesulitan penghidupan Semua topeng kedustaan akan terlucuti semuanya. Menjadi tampak bagaimana sosok sebenarnya. Rasa cinta yang tadinya meluap, berubah menjadi surut. Warna-warni yang menghias_ perlahan menguap dan hilang. Kehidupan keluarga berubah menjadi sebuah mimpi buruk, bahkan menjadi neraka Pertikaian demi pertikaian yang berakhir pada perceraian pun akhirnya tidak bisa dihindari.

Kesalahan bertindak dalam periode pra-nikah bisa berakibat fatal, bahkan bisa berujung pada ‘aborsi’ keluarga tersebut, atau akan menghasilkan sebuah keluarga yang cacat sebelum lahir, atau juga bisa wujud keluarga yang rusak nama baiknya. Apabila demikian, maka keluarga yang tadinya diharapkan menjadi bagian dari pembangunan peradaban kemanusiaan, justru hanya akan menjadi sebuah parasit dalam kehidupan bermasyarakat.

Maka dari itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan itu, diperlukan sebuah kontrol. Sehingga masa pra-nikah dapat dijaga dan diselamatkan. Tidak melahirkan sebuah keluarga yang dapat mencoreng nama baik, tumbuh dengan baik, sehat dan bermanfaat bagi anggota masyarakat lainnya.

baca juga: Tata Cara Ta’aruf:Nadhar

Related Articles

One thought on “Khitbah (Peminangan) Adalah Sebuah Janji

  1. Pingback: Ta'aruf Syar'i : Tidak Mengumbar Janji Palsu dan Jelas Tujuannya | Lillah, Amanah, Profesional

Add Comment