Tips Manajemen Keluarga Sakinah adalah dengan Meningkatkan Keimanan di Rumah

Category: Keluarga 32 0

Ada sebuah ungkapan ” Engkau mengharapkan kesuksesan akan tetapi engkau tidak menjalankan caranya, ketahuilah bahwa perahu itu tidak akan berjalan di atas padang pasir”

Hal terpenting untuk bisa menjadikan keluarga sakinah adalah manajemen keluarga menjadi sakinah. upaya untuk meningkatkan keimanan merupakan hal terpenting bagi kepala keluarga sebagai tanggung jawab pendidik keluarga. dan ini juga termasuk seruan Allah ta’ala agar menjaga keluarganya dari api neraka. Allah ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu” (Q.S At-Tahrim:6)

Teladan dari Rasulullah shalallahu ‘aliahi wa sallam patut kita amalkan. Dari Aisyah radhiallahu anha ia berkata:

Suatu ketika Rasullah Shallallahu alaihi wasalam, mengerjakan shalat malam, ketika akan witir  beliau mengatakan: “Bangunlah, dan dirikanlah shalat witir wahai Aisyah!”. “Allah mengasihi laki-laki yang bangun malam kemudian shalat lalu membangunkan isterinya sehingga shalat, jika tidak mau ia memerciki wajahnya dengan air”. (H.R Muslim)

Membiasakan dan menganjurkan para isteri dengan sedekah adalah sesuatu yang bisa menambah iman, ia adalah perkara agung yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam dengan sabdanya:

“Wahai segenap wanita, bersedekahlah kalian. Sesungguhnya aku melihat bahwa kalian adalah sebanyak-banyak penduduk Neraka”. (H.R Ahmad dan Abu Daud)

Di antara ide yang bagus adalah dengan meletakkan kotak amal di dalam rumah untuk orang-orang miskin, sehingga setiap uang yang masuk di dalamnya menjadi hak bagi orang-orang yang membutuhkannya, karena itulah tempat dana mereka di dalam rumah orang muslim. Jika anggota keluarga melihat seorang panutan yang membiasakan puasa pada ayyaamul biidh (pertengahan setiap bulan Qamariyah, yaitu tanggal 13, 14, 15), hari Senin dan Kamis, hari Asyura, hari Arafah, pada banyak hari di bulan Muharram dan Sya’ban, niscaya akan mendorong anggota keluarga yang lain untuk mengikutinya.

Memperhatikan Sunnah-Sunnah yang Berkaitan dengan Rumah

Di antara contohnya yaitu: Do’a masuk rumah: Imam Muslim dalam Shahihnya meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika seorang laki-laki masuk ke dalam rumahnya kemudian menyebut nama Allah Ta’ala ketika dia masuk dan ketika makan, setan berkata: “Kamu tidak punya (jatah) tempat tidur dan tidak pula (jatah) makan di sini”. Dan jika ia masuk dan tidak menyebut nama Allah ketika ia masuk, maka setan berkata: “Kamu mendapatkan (jatah) tempat tidur”. Dan jika tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan berkata: “Kamu mendapat (jatah) tempat tidur dan makan”.” (H.R Ahmad dan Muslim)

Do’a keluar rumah: Dalam Sunan, Abu Daud meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika seorang laki-laki keluar dari rumahnya kemudian mengatakan: “Dengan Nama Allah,

aku bertawakkal (menggantungkan diri) kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”, niscaya akan dikatakan kepadanya: “Cukuplah bagimu, engkau telah diberi petunjuk, engkau telah dicukupi dan dijaga “, sehingga setan menyingkir daripadanya. Lalu setan lain berkata kepadanya: “Bagaimana kamu dapat (menggoda) laki-laki yang telah ditunjuki, dicukupi dan dijaga?”.” (H.R Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Siwak:

Dalam Shahihnya, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiyallah ‘anha, bahwasanya ia berkata:

“Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika masuk rumahnya beliau memulai dengan siwak”. (H.R Muslim)

Related Articles

Add Comment