Ta’aruf Syar’i: Nadhar

Category: Keluarga 32 0

Tata cara ta’aruf syar’i yang pertama adalah Nadhar. Nadhar melihat calon istri atau suami. Nadhar adalah kunci hati bagi kedua belah pihak, sebagai pemantap hati, serta persiapan bagi kehidupan yang sarat dengan cinta dan kasih sayang. Rasulullah saw pernah memerintahkan seorang sahabat yang ingin menikah, untuk nadhar calon yang akan dinikahinya. Beliau saw bersabda:

 

“Lihatlah dia! Sesungguhnya hal ini lebih menumbuhkan rasa cinta diantara kalian berdua.”( Sunan At-Tirmidzi, no. 1110. derajat hadits ini shahih.)

tata cara ta'aruf

“Lebih menumbuhkan rasa cinta diantara kalian berdua…” Maksudnya lebih dicondongkan dan dicocokkan diantara kalian berdua. Dengan kata lain, rasa lembut dan sikap kasih sayang ada pada kalian. Kalau dia menikahi calonnya yang sudah diketahui terlebih dahulu, maka insya Allah tidak ada kata penyesalan sesudahnya ( Tuhfatu/ Ahwadzi Syamut Tirmidzi). Di dalam syarah Shahih Muslim, Imam An-Nawawi berkomentar: “Di dalam hadits ini ada anjurkan agar saling melihat calon pengantin bagi orang yang serius menuju jenjang pernikahan.”

 

Jangan dipahami sabda Rasul: “Lihatlah dia! ” bahwasanya melihat hanya sebatas fisiknya saja, tetapi lihatlah secara keseluruhan. Mulai dari bagaimana budipekertinya, teman-teman pergaulannya, pola pikirnya, pandangannya terhadap kehidupan, dan lain sebagainya yang dianggap penting demi membangun keluarga. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

“Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia.” (HR. Bukhari, Shahih AI-Bukhari. no. 5090)

 

Jika ketentuan ini berlaku untuk calon pengantin laki-laki, maka berlaku juga untuk calon pengantin perempuan. Sebab melihat secara langsung itu merupakan hak perempuan yang dipinang. Sebagai tambahan, calon pengantin perempuan juga harus melihat keadaan hariannya, jalan pemikirannya, prinsip atau normanya, cara pandangnya, dan visi misi kehidupannya.

 

Dari sini dapat dipahami bahwa pentingnya bukan hanya melihat, namun, memperhatikan semua sisi perempuan yang hendak dinikahi. Bagi yang hendak menikah, hendaknya betul-betul mencermati sifat-sifat calonnya agar mendapatkan pasangan hidup yang taat beragama. Rasulullah saw bersabda:

 

“jika ada orang laki-laki mengajukan lamaran kepada kalian (untuk anak perempuan kalian) sedangkan dia orang yang kalian ridlai agamanya dan akhlaqnya, maka nikahkanlah dia. jika tidak kalian melakukannya (menikahkannya), maka akan ada fitnah dan kerusakan yang meluas di muka bumi. ”(H.R Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi no. 1017. Lihat As-Silsilah Ash-Shahihah, no.1022. Derajat hadist ini adalah Hasan Lighairihi)

Related Articles

Add Comment